PayTren meluncurkan layanan TV berbasis satelit dan streaming, yakni
PayTren TV. Perusahaan membidik pasar wirausaha dan calon wirausaha.
Managing Director PayTren, Hari Prabowo mengatakan PayTren TV
berupaya untuk mendorong akselerasi pertumbuhan jumlah wirausaha di
tanah air, khususnya di bidang ekonomi kreatif dan digital.
"Harapan kami, kehadiran PayTren bisa menginspirasi masyarakat untuk menjadi pengusaha sejak dini," ujar Hari ditemui Tekno Liputan6.com saat softlaunching di Bandung,
Program yang dihadirkan di PayTren TV, lanjut Hari, merupakan perpaduan antara entertainment, business education, dan news, yang dikemas dengan konsep majalah.
"Penyampaiannya dibuat menarik, dengan materi dan bahasa yang bisa
dengan mudah dicerna oleh masyarakat, namun tetap informatif dan up-to-date bagi pelaku usaha," ujarnya.
Ia mengaku optimisti keunikan konsep yang diusung PayTren TV bisa
menjadi daya tarik kuat bagi penonton. Ia meyakini stasiun televisi
milik Ustad Yusuf Mansur tersebut dapat bersaing di tengah sekian banyak
stasiun televisi nasional yang sudah hadir.
Apalagi, PayTren TV memiliki captive audience dari 900 ribu
mitra terdaftar PayTren yang tersebar di 23 negara. Dari jumlah
tersebut, 800 ribu diantaranya berada di Indonesia dan 500 ribu
diantaranya tergolong aktif.
"Walaupun sasaran pasarnya adalah nasional, tapi karena terdaftar di
satelit Telkom I, cakupan siaran kami internasional. Jangkauannya
mencakup Asia Tenggara," tuturnya.
Marketing Manager B2C PayTren, Arie Tenjala mengatakan siaran stasiun
televisi tersebut bisa diakses melalui Satelit Telkom 1 frekuensi 3915
polarity H Simbol rate 1650.
Selain itu, bisa juga secara streaming internet dengan mendownload aplikasi di Google Playstore, yakni Ustream.
"Pilihan channel ini akan terus bertambah, program acara akan lebih
variatif dan berfokus pada membangun komunitas entrepreneur sesuai
rencana perusahaan dapat menyebarkan trend positif PayTren pada
Masyarakat Indonesia serta mancanegara," katanya.
(Msu/Cas/lip6)
3/related/default
